Penyerahan Jabatan oleh Ketua Umum KKLM Periode 2018-2019 kepada Formatur Terpilih Periode 2019-2020 terasa penuh penjiwaan. Setelah melalui proses panjang Mubes yang cukup menguras tenaga, acara puncak ini akhirnya dapat disaksikan oleh peserta musyawarah yang datang.

Tepatnya belasan menit jelang pukul 11 malam, pada hari Rabu, 13 Maret 2019, Ketua Umum KKLM Periode 2018-2019, Fahrizal Al Hidayat meresmikan penyerahan jabatannya kepada Moch. Cholil, Formatur Terpilih KKLM Periode 2019-2020.

Adapun yang membuat penyerahan jabatan ini terasa penuh penjiwaan adalah terdengarnya getaran suara kegugupan dari Formatur Terpilih. Formatur Terpilih yang pembawaannya selalu lancar dalam pembicaraan di hadapan umum, tiba-tiba saja mengalami mandek, seakan suaranya terganggu oleh detak jantung yang berdebar kencang.

Mengingat beban amanat yang akan dipikulnya, ini menyadarkan kita bahwa menjadi seorang pemimpin memang tidaklah mudah. Berawal dari kesadaran atas apa yang tengah dilakukan, maka tubuh bereaksi secara tak sadar. Seperti halnya jantung yang berpacu cepat. Dan ini adalah kabar baik. Sebuah pertanda bahwa Formatur Terpilih kita sadar betul akan apa yang sedang dilakukannya.

Dan kabar baik selanjutnya datang dari keuletannya dalam menguatkan diri dan menegaskan putusan. Setelah mengulang beberapa kali, akhirnya prosesi penyerahan dapat disahkan. Pertanda Formatur sudah resmi dan siap menanggung amanat dari jabatannya.

Rizal sendiri selaku Mantan Ketua Umum kemudian menyampaikan harapan dan doanya kepada Formatur penerusnya tersebut, "Semoga amanah dan dapat membawa KKLM menjadi jauh lebih baik lagi."

Prosesi serah jabatan itu pun ditutup dengan sambutan Cholil selaku Formatur Terpilih. Cholil menyampaikan bahwa dirinya sangat berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh KKLM kepada dirinya. Selain itu, Cholil juga berharap bahwa seluruh anggota KKLM mau membantunya untuk sama-sama membangun KKLM manjadi jauh lebih baik lagi. Dan terakhir,
Hidupilah KKLM, jangan mencari hidup di KKLM.
Kata-kata itu menutup sambutan singkat itu dan kita doakan serta dorong bersama-sama, semoga KKLM berikutnya dapat maju lebih jauh dan lebih baik lagi. Aamiin..

Keterangan Gambar: Moch. Cholil - Fahrizal Al Hidayat
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Setelah proses pemilihan Formatur yang cukup lama, berikutnya giliran Mide Formatur yang mendapat perhatian. Mengingat calon Formatur yang diusulkan hanya satu orang yang menyatakan kesiapannya, maka peserta musyawarah pun berbondong-bondong memberikan usulan mereka terkait solusi untuk menyiasati pemilihan Mide Formatur berikutnya.

Setelah merangkum usulan dan melakukan voting, musyawarah pun mencapai mufakat bahwa pemilihan Mide Formatur akan dilaksanakan dengan memilih tiga nama teratas setelah tiga nama calon Formatur yang diusulkan. Adapun tiga nama tersebut adalah Muh. Rizalul Rizqi, Wahyu Galang Ramadan dan Rizal Ihsan.

Ketiga nama tersebut kemudian dinilai dan dipilih oleh musyawarah sehingga tersisa satu nama, yakni Wahyu Galang Ramadan. Dengan demikian laki-laki yang akrab disapa Dede ini resmi menjadi Mide Formatur KKLM Periode 2019-2020. Membantu sang Formatur Terpilih, Moch. Cholil.

Adapun setelah serangkaian acara pemilihan dan dokumentasi, pasangan tersebut pun menyampaikan Visi dan Misi mereka ke depannya yang dibaca langsung oleh Formatur tepilih. Adapun Visi dan Misi dari pasangan Formatur dan Mide Formatur terpilih ialah, sebagai berikut:

Visi
Menjadikan KKLM sebagai organisasi yang progresif dan berkarakter kebangsaan dalam bingkaian kekeluargaan.

Misi
  1. Membentuk anggota KKLM yang religius, intelektual dan humanis.
  2. Mengeratkan kembali KKLM dengan menumbuhkan rasa kekeluargaan antara anggota.
Dengan demikian, itulah Pasangan Formatur dan Mide Formatur Terpilih KKLM Periode 2019-2020

Keterangan Gambar: Moch. Cholil - Wahyu Galang Ramadan.
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Setiap organisasi pasti mempunyai roda kepemimpinan yang berbeda-beda. Berbeda baik dari cara pemilihannya, maupun lama periode dalam setiap kepemimpinannya. Dalam KKLM sendiri, roda kepemimpinan diteruskan kepada generasi berikutnya dengan melalui Musyawarah Besar (Mubes) yang diadakan setiap tahunnya. 

Berdasarkan Anggaran Rumah Tangga (ART) KKLM Periode 2019-2020, Musyawarah Besar adalah musyawarah seluruh anggota dan memegang kekuasaan tertinggi organisasi. Musyawarah Besar dilaksanakan untuk menetapkan AD/ART, GBHO, Penasihat KKLM serta Memilih dan Menetapkan Formatur dan Mide Formatur KKLM.

Adapun tugas Formatur sendiri ialah sebagai perancang struktur kepengurusan KKLM selanjutnya. Sementara Mide Formatur bertugas untuk membantu Formatur dalam menjalankan tugasnya. Dan bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa, setelah melalui proses pemilihan yang cukup panjang, kami akhirnya dapat dengan bangga memperkenalkan kepada khalayak ramai, saudara Moch. Cholil sebagai Formatur Terpilih KKLM Periode 2019-2020.

Adapun berita acara dalam pemilihan sendiri, pada awalnya terdapat tiga nama teratas yang dicalonkan oleh peserta musyawarah, yaitu Moch. Cholil, Rahuju dan Sublu Salam. Namun dari ketiga nama tersebut, hanya Cholil yang menyatakan kesiapannya mengemban amanat sebagai Formatur KKLM 2019-2020.

Adapun kedua nama lain, menyampaikan ketidaksiapan mereka bukan tanpa alasan yang jelas. Sublu Salam membuka permohonan maafnya tak bisa menerima amanat tersebut karena dirinya sebentar lagi akan mendapatkan toga kelulusan, sehingga dapat dikatakan bahwa dirinya adalah calon anggota FOKAL, sehingga tak memenuhi syarat pemilihan.

Rahuju sendiri menyatakan sikap tidak siapnya mengingat kewajiban akademiknya yang hampir mencapai puncak (semester atas). Khawatir cita-cita akademik terbengkalai, menurutnya, amanat Formatur Terpilih lebih baik ia serahkan pada calon termuda, yakni Cholil. Dengan demikian, berdasarkan musyawarah, Cholil resmi dinobatkan sebagai Formatur Terpilih KKLM Periode 2019-2020.

Keterangan Gambar: Moch. Cholil - Rahuju - Sublu Salam
Sumber: Dokumentasi Pribadi